Jepang Menerima Rekor 42,7 Juta Wisatawan Internasional pada 2025
Jepang menerima sekitar 42,7 juta wisatawan internasional pada 2025. Jumlah tersebut untuk pertama kalinya melampaui 40 juta dan memecahkan rekor tahun 2024, meskipun kunjungan dari Tiongkok daratan turun tajam secara tahunan pada Desember.
Jepang mencatat sekitar 42,7 juta kedatangan wisatawan internasional sepanjang 2025, berdasarkan data yang diberitakan pada Januari 2026. Untuk pertama kalinya jumlah tahunan melampaui 40 juta dan jauh melebihi rekor hampir 37 juta yang tercatat pada 2024.
Hasil tahunan ini menunjukkan bahwa permintaan perjalanan ke Jepang tetap kuat. Ketertarikan terhadap makanan, budaya, dan hiburan Jepang, ditambah kondisi nilai tukar serta bertambahnya kapasitas perjalanan internasional, terus mendukung pariwisata inbound.
Namun, perkembangan dari setiap negara asal tidak sama. Jumlah wisatawan dari Tiongkok daratan turun sekitar 45% secara tahunan pada Desember 2025 menjadi sekitar 330.000 orang di tengah ketegangan diplomatik dan imbauan perjalanan.
Wisatawan Tiongkok secara historis merupakan pasar penting bagi Jepang, terutama karena pengeluaran mereka untuk berbelanja. Penurunan tersebut tetap perlu diperhatikan oleh usaha pariwisata, walaupun kedatangan dari negara dan wilayah lain membantu mempertahankan rekor secara keseluruhan.
Wisatawan perlu mengingat bahwa jumlah kunjungan yang memecahkan rekor dapat menyebabkan transportasi lebih padat, ketersediaan akomodasi terbatas, dan reservasi lebih sulit di destinasi utama. Memesan lebih awal dan mempertimbangkan daerah di luar Tokyo, Kyoto, dan Osaka dapat memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman.
Hasil tahunan ini menunjukkan bahwa permintaan perjalanan ke Jepang tetap kuat. Ketertarikan terhadap makanan, budaya, dan hiburan Jepang, ditambah kondisi nilai tukar serta bertambahnya kapasitas perjalanan internasional, terus mendukung pariwisata inbound.
Namun, perkembangan dari setiap negara asal tidak sama. Jumlah wisatawan dari Tiongkok daratan turun sekitar 45% secara tahunan pada Desember 2025 menjadi sekitar 330.000 orang di tengah ketegangan diplomatik dan imbauan perjalanan.
Wisatawan Tiongkok secara historis merupakan pasar penting bagi Jepang, terutama karena pengeluaran mereka untuk berbelanja. Penurunan tersebut tetap perlu diperhatikan oleh usaha pariwisata, walaupun kedatangan dari negara dan wilayah lain membantu mempertahankan rekor secara keseluruhan.
Wisatawan perlu mengingat bahwa jumlah kunjungan yang memecahkan rekor dapat menyebabkan transportasi lebih padat, ketersediaan akomodasi terbatas, dan reservasi lebih sulit di destinasi utama. Memesan lebih awal dan mempertimbangkan daerah di luar Tokyo, Kyoto, dan Osaka dapat memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman.
Referensi:
The Guardian
Kembali ke berita terbaru