Kyoto Menaikkan Pajak Akomodasi Mulai Maret 2026
Kota Kyoto memberlakukan tarif pajak akomodasi baru pada 1 Maret 2026. Pajak dihitung per orang per malam dan meningkat sesuai harga penginapan, hingga ¥10.000 untuk kategori akomodasi termahal.
Kota Kyoto mengubah pajak akomodasinya mulai 1 Maret 2026. Pajak ini berlaku bagi tamu yang menginap di hotel, ryokan, guesthouse, dan jenis akomodasi kena pajak lainnya di dalam Kota Kyoto.
Jumlah pajak dihitung per orang per malam, bukan per kamar. Sistem baru menggunakan beberapa tingkatan harga, sehingga akomodasi dengan harga lebih tinggi dikenakan pajak lebih besar. Tingkat tertinggi dapat mencapai ¥10.000 per orang untuk satu malam.
Pajak akomodasi terpisah dari harga kamar, pajak konsumsi, dan pajak pemandian yang mungkin dikenakan oleh fasilitas onsen. Tergantung platform pemesanan, pajak dapat sudah termasuk dalam jumlah yang ditampilkan atau ditagih secara terpisah saat check-in maupun check-out.
Kyoto menyatakan bahwa pendapatan tambahan akan digunakan untuk mendukung pariwisata berkelanjutan, penanganan kepadatan, layanan wisatawan, infrastruktur, dan pelestarian warisan budaya.
Wisatawan sebaiknya memeriksa ketentuan harga akhir saat memesan, terutama untuk rombongan dan masa inap beberapa malam. Menurut aturan kota, pajak umumnya ditentukan berdasarkan biaya akomodasi setiap tamu sebelum biaya makanan dan layanan tambahan.
Jumlah pajak dihitung per orang per malam, bukan per kamar. Sistem baru menggunakan beberapa tingkatan harga, sehingga akomodasi dengan harga lebih tinggi dikenakan pajak lebih besar. Tingkat tertinggi dapat mencapai ¥10.000 per orang untuk satu malam.
Pajak akomodasi terpisah dari harga kamar, pajak konsumsi, dan pajak pemandian yang mungkin dikenakan oleh fasilitas onsen. Tergantung platform pemesanan, pajak dapat sudah termasuk dalam jumlah yang ditampilkan atau ditagih secara terpisah saat check-in maupun check-out.
Kyoto menyatakan bahwa pendapatan tambahan akan digunakan untuk mendukung pariwisata berkelanjutan, penanganan kepadatan, layanan wisatawan, infrastruktur, dan pelestarian warisan budaya.
Wisatawan sebaiknya memeriksa ketentuan harga akhir saat memesan, terutama untuk rombongan dan masa inap beberapa malam. Menurut aturan kota, pajak umumnya ditentukan berdasarkan biaya akomodasi setiap tamu sebelum biaya makanan dan layanan tambahan.
Referensi:
Times of India
Kembali ke berita terbaru