Whatsapp only (+81 80 3376 7980 / +62 823 666 20253)
Travel Costs

Atraksi Jepang Mulai Mempertimbangkan Harga Lebih Tinggi untuk Non-Residen

Saat Jepang menghadapi rekor kunjungan wisatawan, semakin banyak destinasi mempertimbangkan sistem harga dua tingkat. Kastel Himeji sudah menerapkan tiket umum yang lebih tinggi dengan diskon bagi warga lokal, sementara Kyoto membahas kemungkinan tarif bus lebih tinggi bagi non-residen.

Jepang menghadapi perdebatan yang lebih luas mengenai harga dua tingkat ketika destinasi populer berusaha menyeimbangkan pendapatan pariwisata dengan kepadatan, biaya pemeliharaan, dan kehidupan sehari-hari warga.

Kastel Himeji menaikkan tiket masuk umum menjadi ¥2.500 sambil mempertahankan harga lebih rendah bagi warga Kota Himeji yang menunjukkan identitas. Pihak pengelola menggambarkan sistem ini sebagai diskon warga lokal, bukan biaya tambahan khusus untuk wisatawan asing.

Pendekatan ini mencerminkan tren yang lebih luas. Beberapa atraksi lokal, onsen, feri, dan area ski sudah mengenakan harga berbeda bagi penduduk dan non-penduduk. Kyoto juga membahas kemungkinan tarif bus lebih tinggi bagi non-residen, baik warga Jepang maupun asing, karena bus yang padat terus mengganggu kehidupan lokal.

Bagi wisatawan, pesan praktisnya sederhana: harga atraksi dan transportasi dapat berbeda berdasarkan tempat tinggal, alamat, atau identitas, bukan hanya kewarganegaraan. Pengunjung sebaiknya memeriksa halaman tiket resmi sebelum menganggap diskon lokal berlaku untuk mereka.

Isu ini tetap sensitif. Sebagian wisatawan menganggap harga ganda tidak adil, sementara pendukungnya berpendapat bahwa penggunaan besar oleh pengunjung menimbulkan biaya bagi komunitas dan situs budaya. Tren ini kemungkinan berlanjut ketika Jepang mengejar jumlah wisatawan tinggi sambil mencoba mengurangi tekanan overtourism.
Referensi: The Guardian
Kembali ke berita terbaru